Susahnya untuk kita miliki...sifat berlapang dada
23 MAC 2010

"Kupersembahkan jiwa ini ke hadrat Allah dan Dia pula yang akan menyelamatkannya. Inilah perjanjian antara Allah dan seorang hamba-Nya, yang kucatat di sini, dengan guruku sebagai saksi. Apa pun tak bisa mempengaruhinya, kecuali nurani. Siapa pun tak bisa menebusnya, kecuali Tuhan. Hanya mereka yang memenuhi janjinya kepada Allah, berhak menerima imbalannya."
-As-Syahid Hassan Al-Banna-

Saya berhenti sekejap daripada berkongsi dengan sahabat-sahabat artikel "Power Steps to Your Success" yang telah 2 siri saya postkan. Mohon maaf juga sebab kali ini saya kembali dengan bahasa ibunda. Sekadar perkongsian mengenai rasa hati saya pada ketika ini dan pengajaran yang saya dapat dari rasa hati ini. Semoga ia sentiasa menjadi muhasabah buat diri saya yang memiliki iman yang rapuh dan sentiasa di uji oleh Allah s.w.t.

Secara jujurnya, saya sangat rindukan saat tersebut. Saat di mana saya mengenal erti ukhuwwah  dan kasih sayang..saat saya dibentuk menjadi lebih baik dari sebelumnya..saat saya bersama-sama sahabat seperjuangan di medan tarbiyah..semuanya adalah kenangan yang tidak mampu dilupakan dan tidak dapat di ulang semula. Beberapa hari dalam fatrah peperiksaan akhir ini hatta sehingga ke hari ini pun, saya rasa gelisah dan gundah untuk menghadapi saat itu kembali..Ya Allah..aku benar-benar teruji tika ini. Lantas ayat 1-3 surah al-Ankabut menjadi rujukanku. Semoga Allah s.w.t mengampunkan dosa hambaNYA ini.

Setelah saya ”di basuh” dengan bahan cucian yang secukupnya oleh sahabat-sahabat dapat saya konklusikan tentang satu perkara yang senang untuk diperkatakan oleh semua orang tapi susah untuk dipraktikkan termasuklah diri saya yang menulis. Tentang BERLAPANG DADA. Mari kita sama-sama selami makna di sebalik sifat ini.

Sifat berlapang dada merupakan salah satu nikmat dari Allah s.w.t kepada hamba-hambaNYA yang muslim. Sifat yang mana Allah s.w.t jadikan hatinya bersih dari permusuhan dan kebencian, jernih dari dengki dan hasad, bebas dari muslihat dan pengkhianatan dan tidak wujud di hatinya melainkan kecintaan dan rasa kasih sayang kepada saudaranya sesama Islam.

Dengan sifat-sifat tersebut darjatnya ditinggikan dan kedudukannya dimuliakan di dalam hati orang lain. Semua ini adalah sifat-sifat yang sangat mulia yang tidak akan sanggup disandang melainkan mereka yang memiliki kejujuran dan keikhlasan dan tidak ada yang akan dapat mencapai dasar kedalamannya kecuali mereka yang bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu. Selagi mana seseorang itu memiliki hati yang bersih dan sihat, nescaya orang lain akan menyatakan kemaafan kepadanya atas kesalahan yang telah dilakukan. Bahkan kesalahan dan keburukan yang telah dilakukan terhadapnya di balas dengan kebaikan sebagaimana petunjuk yang diberikan oleh Allah s.w.t melalui firmanNYA:


"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan  antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia. Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan  kecuali  kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." 
(Surah Fussilat: 34-35)

Begitu juga dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a:
"Seorang lelaki berkata: Wahai Rasulullah s.a.w, sesungguhnya aku mempunyai kerabat. Aku jalin tali silaturrahim kepada mereka, tetapi mereka memutuskan aku. Aku berbuat baik kepada mereka, tapi mereka berbuat buruk kepadaku. Aku bersikap santun terhadap mereka, tetapi mereka menganiayaku. Maka Rasulullah s.a.w bersabda: Jika engkau adalah sebagaimana yang engkau katakan, maka seolah-olah engkau memberi makan mereka dan Allah s.w.t akan selalu memberikan pembelaanNYA kepada engkau atas mereka, selama mana engkau berada dalam keadaan demikian."
(Hadis Riwayat Muslim: 2558: Al-Birru wa As-silah)

Berlapang dada adalah sifat yang sangat dominan  dalam kehidupan para sahabat r.a sekaligus merupakan sifat mulia yang yang mengangkat darjat mereka.

Rasulullah s.a.w telah mengisyaratkan sebanyak tiga kali kepada salah seorang sahabat, bahawa dia adalah termasuk ahli syurga. Oleh kerana itu, Abdullah bin ’Amru bin Al-’Ash r.a datang menemui sahabat tersebut dan tinggal di rumahnya selama tiga malam agar ia dapat melihat amal perbuatannya yang menyebabkan dia dijanjikan darjat sedemikian. Namun, beliau tidak melihatnya melakukan sesuatu yang besar.
Maka Abdullah merasa hairan  dengan perihalnya, lalu beliau bertanya kepadanya. "Perbuatan apa yang menyebabkan engkau diberikan darjat sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah s.a.w? "
Lalu sahabat tersebut menjawab: "Tidak ada melainkan apa yang engkau lihat. Aku hanya menghindarkan niat dalam diriku untuk memperdayakan  seorang muslim, dan aku tidak berasa hasad terhadap seseorang atas kebaikan yang diberikan Allah s.w.t kepadanya."
Abdullah lalu berkata: "Jadi inilah yang menyebabkan engkau mencapai darjat tersebut dan inilah yang tidak aku sanggupi."
(dikeluarkan riwayat oleh Ahmad [3/166] dengan sanad sahih)

Sofyan bin Dinar mengatakan kepada Abu Basyir-salah seorang sahabat Ali bin Abi Talib r.a: "Beritakan kepadaku tentang amal-amal perbuatan umat sebelum kita?”
Dia menjawab: " mereka sedikit berbuat, tetapi banyak mendapatkan pahala."
Sofyan bertanya: " apa sebabnya?"
Dia berkata: "dengan sebab kelapangan dada mereka."
(dikeluarkan riwayat oleh Hannad bab: az-Zuhd [2/600])


Demikianlah antara bukti-bukti tentang kelebihan berlapang dada yang telah saya petik dari buku Taaruf Cinta karangan Muhammad bin Ismail Al-’Umrani yang pernah saya kongsikan sebelum ini. Lihatlah betapa bersihnya hati para sahabat sehingga sifat berlapang dada melingkungi diri mereka. Bagaimana dengan kita?? Bagaimana dengan saya?? Ya Allah..terlalu banyak rasanya dosa yang telah dilakukan sehingga sukar untuk kita berlapang dada dengan orang yang lain.

Kadang-kadang kita terlalu mengharapkan orang lain agar berlapang dada dengan sikap dan diri kita tanpa kita sedar bahawa kita sendiri susah untuk bersikap sedemikian. Situasi ini dapat dilihat walau di mana posisi kita berada samada sebagai orang atas, atau sebagai orang bawah. Kesannya akan berlaku ketidaksefahaman dalam melakukan kerja dan dalam memahami diri orang lain. Kesan yang lebih teruk akan timbul pelbagai prasangka yang bukan-bukan (su'uzhon) sehingga akhirnya boleh menggugat sesuatu perhubungan.

Maka sahabat-sahabat..ayuh kita muhasabah diri kita kembali. Layakkah kita bersama-sama para sahabat di akhirat nanti sekiranya sifat ini sukar ditanamkan dalam diri? Kita memang senang untuk berkata-kata tapi susah untuk melakukannya. Diri yang menulis ini pun tidak terlepas. Semoga Allah s.w.t memberikan kita semua kekuatan umtuk menghadapinya.


Apabila perkataan kalian membuat hatiku berdarah
Aku bersabar atas rasa sakit yang kalian berikan lalu aku mengabaikannya
Lalu aku datang kepada kalian dengan wajah yang ceria
Seolah-olah aku tidak pernah mendengar dan melihatnya.

*Apa yang baik dari penulisan ini datang dari Allah s.w.t, dan yang buruk datang dari kelemahan penulis sendiri. Sebarang komen atau teguran sangat di alu-alukan.




Continue...
Power Step #2: Strive to be Different

Nearly everyone you know will strive to be normal - because it's socially acceptable. But the normal person goes nowhere special and achieves the mundane.

Using a fictitious character called Norman, here's an example of his normal expectations of life and mediocre results:

'I live in a pleasant neighbourhood in an average house (translated as meaning: all the houses and gardens along the street look exactly alike, apart from the odd differences in plants). I own an average car (just another standard box on wheels, which apart from minor differences looks like nearly every other car on the road).'

Norman's other goals and ambitions:
'I save up all year round to take my wife and children on holiday, somewhere nice where it's safe. We usually book a package holiday, so everything is taken care of and we know exactly what to expect. Even the entertainment is all planned for us.

My job is boring, but it pays the bills and the pension is good. It'll never make me rich, but then I don't want to be rich (but he wouldn't give away a lottery win!). Anyone who's rich has had to lie and cheat their way to the top. I like to sleep at night with a clear conscience. I may not have much but at least it's honest toil.

I don't have much to do with the neighbours; I don't really like them. But, to keep the peace I mow my lawn once a week and keep the garden weeded and tidy, and do the odd job for them. I like to think they view me as a nice guy.

Every other weekend we visit our best friends, Alice and Paul, and they visit us alternate weekends. Like us, they're your average typical family. Most nights after work I shower, change and after dinner, put my feet up and watch television until bedtime. Every Sunday, we have a roast dinner and every Friday we treat ourselves to a fry up. Am I happy, well, it's life isn't it?'

That's how Norman thinks and lives his life and that's how many people live their life. The Normans spend their days, grumbling about how they hate their job, get fed up with their bosses and partners, but that's all they do. The same gripes day in and day out - but taking no action to change their situation, simply because they are slaves to being normal (and 'what will other people think of me, if I do something unusual?').

Living in the Fast Lane of the Elite
Let's compare Norman's goals and ambitions with another invented character, David. He's one of the smaller group of people who move forward and live the life of the elite and privileged.

'My philosophy on life is simple. Life is too short to be little.

I'm not concerned with what other people think of me. If all my neighbours want to cut down their hedges and build short brick walls and block pave their drives, that's their choice, but I'm not going to have it done just to please them. I like the trees so they're staying and I prefer to have a shingle drive. I've done everything possible to make our house individual.

Often, I ring Sarah from the office and ask her to forget about cooking dinner for that night and how about going out for a meal? We've tried all the restaurants within a twenty km radius. We both love holidays, and I take the family as often as possible. We spend most weekends, exploring new places and trying out different activities.

I love my job, it's very challenging being a manager. I get to meet and work with people of many different personality traits, from varied backgrounds. Every now and then a junior is obviously aiming to take my job. I don't find it threatening, I like the challenge. I enjoy working with intelligent people who stretch my potential.

I work hard and I am paid well. Do I feel guilty? No, I expect to be paid handsomely for my efforts, I wouldn't have it any other way. We live in a large house in an exclusive area and that's my reward for going the extra mile at work. I don't automatically go home at the end of the working day. And sometimes I arrive at the office as early as 6am, just to prepare for a meeting with my team.

I want to be rich and I am prepared to plan and work towards my goals. I look forward to the future. I don't know what's around the corner and I don't care, because whatever happens I will handle the situation. I know I can solve problems - my strength lies within, it does not come from any outside forces. I couldn't care less whether other people approve of me or not, I know I'm okay and that's all that matters.'

Two Opposing Philosophies
Norman's slavery to acting normal (and slavery to what other people think), creates poverty and unhappiness. While David's striving to be different (and refusal to be a slave to other people's expectations of him) creates wealth and happiness.

If you are ever tempted to query if David's attitude is not a tad selfish, then just ask yourself this question, 'who would you prefer to have as a friend? Norman, who's bored and unhappy or David who's exciting and happy?' Easy isn't it.

to be continue again..
Six Power Steps to Your Success
By: Stuart Goldsmith
Creator of: Stuart Goldsmith's Inner Circle

As long as our final exam is coming soon, i would like to share with all some motivations for my latest post. Hope all of readers will enjoy it.

The following power steps structure your thinking to make sure the actions you take will drive you towards success.

Power Step #1: Be In Charge Of Your Life

Caring what other people think of you puts them in charge of your life, instead of you.

'What will other people think of me?' slavery is extremely common. Most of us are brought up (rightfully so) to consider others. But, unless we are discerning, we soon find ourselves caught up in a job we can't stand, or living in a relationship which makes us unhappy, or getting caught up in the spiral of poverty.

'Trying to please other people all the time' syndrome begins in childhood. It stems from a desire to be liked and admired. Let's look at a fairly typical scenario: three boys, Fred, Joe, and Matthew, all five years old, are best pals. They fight to sit together at school and spend their breaks in a group. Fred comes to school one day with a stack of pokemon cards to show his friends. Joe is envious of Fred's collection and a fight breaks out when Fred refuses to give a prized card to Joe.

There are several resulting scenarios, all with serious implications for Fred's future. A teacher could break up the fight and make Fred feel guilty for not parting with the prized card. Joe could refuse to talk to Fred even ending the friendship, unless Fred relented. Matthew would side with either Joe or Fred, or be a peacemaker and force the other two to discuss the problem and sort it out amicably.

The biggest danger to Fred, is if the solution entails his giving the card away, when he really doesn't want to. In other words, if the only reason he gives in, is because he desperately wants to be liked and it really matters what his friends think of him. If they were real friends, of course, Joe would understand Fred's view and Matthew would not criticise. Fred might even willingly offer Joe another not so valuable card out of his collection.

Over the years thousands of small incidents build up, until by the time we are adults, most of us make a habit of putting what other people think of us before our own personal needs and desires.

The Right Reasons
Before you cut the grass, decorate the house, start a business, go on holiday, always ask yourself, 'am I doing this for the right reasons?' Yes, the gardening has to be done, but not if you're in the middle of crucial market research and if you don't cut the grass today you're worried that the neighbour's will think you're lazy. Yes, a house has to be decorated, but not if it's at the expense of your health through shooting your stress level through the roof trying to fit it in between a busy advertising campaign, and it's only because your partner insists you do it now.

'Other people' slavery kills your creativity, your energy and drive towards your own goals and fulfilling your dreams. It stops you from going to places you want to visit and enjoying the kind of entertainment that you enjoy. So, make certain you're not always driven to do things, merely because you're worried about what other people think of you. Be confident in who you are!


to be continue....

AKHIRNYA AKU BEBAS
2 MAC 2010

Alhamdulillah setelah seminggu bergelumang dengan suhu badan yang sekejap panas dan sekejap sejuk, dan beberapa kali bermain dengan jarum injection dari Fever Centre Hospital Selayang, akhirnya malam tadi saya disahkan bebas dari  wabak yang boleh membawa maut..DENGGI. Gejala yang saya alami tidaklah seteruk mangsa denggi yang lain sehingga berlaku pendarahan tetapi kandungan platlet dalam badan saya semakin berkurang dari sehari ke sehari dan perkara ini agak merisaukan saya kerana saya teringat kembali kepada satu peristiwa yang berlaku kepada junior saya semasa di Sek. Men Imtiaz Dungun dulu. Pendarahan yang berlaku kepada si 'adik' ini yang pada awalnya disangka diserang denggi bertukar kepada penyakit lain yang lebih berbahaya. Alhamdulillah Allah s.w.t akhirnya mengembalikan semula kesihatan si 'adik' ini setelah berbulan-bulan cuti dan mendapat rawatan.

Bukan peristiwa tersebut saja yang berlegar-legar dalam kepala saya semasa sedang sakit, bahkan peristiwa yang pernah di alami oleh ummi kesayangan saya semasa mengandungkan anak ke-10. Ummi diserang demam panas-sejuk sebagaimana yang saya alami selama hampir lebih kurang 2 minggu tanpa diketahui puncanya. Ketika itu musim denggi yang teruk sedang menular di negara kita dan tentulah menjadi satu kerisauan yang amat membimbangkan bagi seorang ibu yang mengandung. Setelah hampir seminggu ditahan wad, barulah dapat dikenalpasti ummi mengalami demam kepialu yang merupakan wabak yang dikategorikan bahaya juga. Alhamdulillah setelah mendapat rawatan yang sewajarnya, ummi dan bayi dalam kandungannya kembali sihat.

Saya bernasib baik kerana tidak mengalami simptom-simptom yang teruk sepanjang demam dan tidak perlu ber'kampung' dalam wad.(walaupun pernah ditahan selama 2jam..). Terima kasih kepada pakcik dan makcik saya yang banyak membantu saya. Tak lupa juga buat k.cik Elly tersayang dan adik beradik yang lain yang banyak membantu memberikan sokongan moral.

Saya menyedari bahawa sepanjang semester ini, saya kerap mengalami masalah kesihatan yang sedikit sebanyak mengganggu proses pembelajaran saya kerana terpaksa 'absent' dari kelas. Lagi beberapa minggu saya bakal menghadapi final exam untuk semester pertama kuliah saya. Memikirkan beberapa subjek yang saya agak ketinggalan dan beberapa assignment yang masih belum selesai cukup menggusarkan saya. Namun saya menganggap segala ujian kesakitan yang Allah berikan kepada saya sebagai satu kaffarah atas dosa-dosa saya selama ini. Saya mengharapkan dengan ujian yang saya hadapi ini, akan lebih mematangkan diri saya menghadapi cabaran hidup sebagai hamba Allah, seorang pelajar dan anak di bumi ini.

Entri kali ini mungkin agak membosankan sebab saya sekadar berkongsi pengalaman hidup. Cumanya nasihat saya bagi sahabat-sahabat yang mengalami demam, jangan dipandang remeh dengan demam tersebut kerana mungkin natijah yang mendatang lebih teruk, siapa yang tahu?? Apa-apa pun, setiap ujian yang Allah berikan kepada kita anggaplah ia sebagai satu kaffarah atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan dan ada hikmah tersendiri yang hanya Allah lebih mengetahui.
MUJAHADAH DALAM ILMU
4 FEBRUARI 2010

Alhamdulillahi rabbil 'alamin..hari ini saya berkesempatan mem'post' entri ke-3 bagi tahun 2010. Dalam tempoh 4 hari sebelum hari ini, saya melalui fasa-fasa yang menguji hati dan kesabaran saya. Ketenangan seolah-olah hilang dari hidup saya. Macam-macam yang terkeluar di fikiran, antaranya teringat keadaan keluarga di rumah. Melihat adik-adik kesayangan membesar di depan mata dan melihat ummi dan ayah keluar rumah seharian mencari rezeki  walaupun hanya dalam tempoh 10 hari meruntun rasa hiba di hati saya.
adik-adik kesayangan: widad (darjah 1), uda (darjah 4), nadia (darjah 2)

Kini hanya tinggal mereka bertiga dari 10 orang adik-beradik bersama-sama ayah dan umi. Melalui proses pembesaran dan pembelajaran tanpa kehadiran kakak-kakak dan abang-abang yang menuntut ilmu jauh dari rumah. Pening kepala juga melayan kerenah mereka yang macam-macam ragam bilamana kakak sulung yang jarang-jarang pulang ini ada di rumah. Ummi dan ayah pula kembali menjadi ibu bapa muda dengan 3 orang anak gadis yang masih kecil. Tersenyum saya sendirian bila mengingatkan.

Sekadar selingan mengenai keluarga saya. Apa yang saya ingin kongsikan di sini adalah mengenai mujahadah menuntut ilmu. Ummi dan ayah saya seorang yang sangat bermujahadah dalam melakukan sesuatu perkara lebih-lebih lagi untuk kepentingan kami anak-anak. Ummi sangat mujahadah dan komited dengan tugasnya dalam mendidik anak bangsa, mencurahkan ilmu sebagai seorang guru, apatah lagi dalam mencari rezeki buat kami semua. Begitu juga dengan ayah, meskipun memiliki perniagaan sendiri yang masih bertatih, namun usahanya memajukan perniagaan sangat saya kagumi sehingga sanggup turun ke Kuala Lumpur setiap bulan meninggalkan ummi dan adik-adik. Ayah juga sangat mujahadah dalam menuntut ilmu. Walaupun usianya mencecah 40-an, namun halaqah usrah mingguan bersama-sama sahabatnya tidak pernah di abaikan. Dia seorang yang mengutamakan tarbiah dalam diri. Begitulah yang ditekankan kepada kami anak-anak mereka.

2 hari yang lepas, saya telah menerima markah bagi ujian midterm. Meskipun ia hanya sekadar 'carry mark' dan latihan untuk menghadapi exam akhir nanti, satu perkara telah saya perolehi dari pensyarah yang mengajar subjek tersebut. Iaitu tentang adab kita dalam menuntut ilmu lebih-lebih lagi subjek yang kami pelajari, Akidah. Ada di kalangan kami yang gagal mendapat keputusan yang baik dan ada yang mendapat keputusan yang baik. Masing-masing diberikan rezeki. Pensyarah tersebut menegaskan tentang pentingnya mujahadah dalam menuntut ilmu bukan sahaja belajar untuk peperiksaan tetapi belajar untuk memahami hakikat Islam yang sebenar dan mengenali siapa Pencipta sekalian alam. Contohnya, kita telah belajar tentang tauhid Allah ( Rububiyyah, Uluhiyyah, Asma' wa Sifat) sejak di bangku sekolah lagi samada di zaman sekolah rendah atau sekolah menengah. Namun apabila berada di peringkat ijazah, masih tidak mampu untuk menghuraikan dengan baik apa yang dimaksudkan dengan tiga tauhid tersebut. Sesuatu yang sangat menyedihkan bilamana kita yang mengaku sebagai islam dan beriman dengan Allah tidak dapat menerangkan dengan baik tentang perkara-perkara asas ini.  Sebagai muhasabah kita bersama jika kita hanya berorientasikan peperiksaan semata-mata dalam menuntut ilmu, maka ilmu tersebut hanya terhenti setakat peperiksaan sahaja dan tidak dapat di bawa ke mana-mana.

Kesan dari teguran pensyarah tersebut yang sangat menyentuh hati mengenai penggunaan ayat al-Quran yang tersilap ejaan dan tertinggal perkataan betul-betul membuatkan saya terfikir kembali peranan sebagai hamlatul Quran dan insan yang belajar di bidang agama meskipun kesilapan tersebut kadang-kadang terlepas pandang tetapi bagaimana dengan sahabat-sahabat kita yang kurang cakna dengan perkara besar seperti ini? Itulah pentingnya kita dalam belajar ini mesti kerana Allah, bukan kerana peperiksaan dan mak ayah semata-mata. Pentingnya kita bermujahadah dalam pencarian ilmu Allah yang sangat luas dan semoga semakin mendalam ilmu kita, semakin tinggi keimanan dan ketakwaan kepada Allah s.w.t.

Saya harus bermula semula, membangkitkan suasana ilmu yang kian pupus dalam kalangan sahabat-sahabat saya setelah sekian lama saya agak menyepi dengan 'dunia saya sendiri'. Dan saya mengaku kesilapan yang telah saya lakukan ini, kerana berada di dunia sendiri ibarat seekor kambing yang terlepas dari kumpulannya dan bakal menjadi mangsa habuan serigala. Semoga saya istiqamah dengan apa yang disampaikan kerana saya takut untuk tergolong dalam kalangan mereka yang berkata tetapi tidak melakukan.Nauzubillah..

" Wahai orang-orang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?"
( As-Soff : 2 )
TAARUF CINTA
Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah memasukkan kecintaan ini ke dalam hati para malaikat. Jika Allah membenci terhadap seorang hamba, maka Allah memasukkan kebencian ini ke dalam hati para malaikat, kemudian memasukkannya pula ke dalam hati manusia.
(Riwayat Anas) 



Pertama kali saya menatap buku di atas, saya sangat tertarik dengan tajuk buku tersebut. Saya rasa sesiapa saja akan tertarik dengan buku ini. Ditambah lagi dengan warna merah menyala yang boleh menaikkan semangat. Macam blog saya ni(“,). Fitrah manusia memang tidak dapat lari daripada sukakan perkataan CINTA, SAYANG, HUBBU, LOVE, PYAR, AMOR, SARANGHE, AINI..(banyak pulak bahasa kat sini..). Tapi bukan tujuan saya di sini untuk membicarakan soal cinta dunia antara lelaki dan perempuan apatah lagi menggalakkan anda bercinta sebagaimana yang kita lihat pada hari ini ia di anggap biasa diamalkan sebelum berkahwin sehingga membawa kepada budaya ‘couple’ dan yang lebih teruk berakhir dengan penzinaan. Bahkan dikatakan sesiapa yang tidak bercinta atau tidak ber’couple’ sebelum kahwin adalah ketinggalan zaman dan tak ‘up to date.’ Cetek betulkan pemikiran orang zaman moden ni..

APA ITU CINTA?

Frasa yang selalu kita dengar…

Cintakan bunga, bunga akan layu..
Cintakan manusia, manusia akan mati..
Cinta yang kekal abadi adalah cintakan Allah s.w.t..

Cinta itu sangat luas skopnya dan ia adalah fitrah semulajadi manusia. Mengikut bahasa arabnya ialah al-hubb yang dimaksudkan juga dengan kasih sayang. Dalam sesebuah perhubungan, ikatan kasih sayang perlu ada dalam diri masing-masing agar kita boleh hidup dalam keadaan yang aman damai dan harmoni. Contohnya hubungan kekeluargaan, antara ibu bapa dan anak-anak serta adik-beradik perlulah ada perasaan cinta dan kasih sayang agar baitulmuslim yang dibina diredhai dan mampu melahirkan mujtama’ muslim yang gemilang. Selain itu, antara seorang ketua dengan orang bawahannya juga perlu disemai sifat ini supaya tidak berlaku ketidakadilan dan kezaliman. Dalam bersahabat pula, nilai cinta dan kasih sayang sangat penting untuk membina kepercayaan dan ikatan hati yang kuat. (di sinilah pentingnya kita mengamalkan bacaan doa rabithah)

Tapi perlu DIINGAT!!! Hubungan cinta dan kasih sayang yang saya sebutkan di atas haruslah berlandaskan iman dan bukan nafsu semata-mata terutama apabila melibatkan kaum berlainan jenis. Cinta yang halal bagi seorang lelaki dan wanita ialah apabila telah termeterai ikatan perkahwinan antara mereka. Inilah cinta yang diredhai oleh Allah jika disertakan dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah s.w.t.

Firman Allah s.w.t:

وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٍ۬ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُ ۥۤ أَمۡرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡۗ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَـٰلاً۬ مُّبِينً۬ا
 
"Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan - apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara - (tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata."
(Al-Ahzab,33:36)

AGAR DICINTAI, DIHARGAI, DIHORMATI DAN BERKARISMA

Rasulullah s.a.w bersabda : “Bersikap zuhudlah di dunia, nescaya Allah akan mencintaimu. Bersikap zuhudlah atas apa yang dimiliki manusia , nescaya manusia akan mencintaimu”
(HR Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Cinta yang paling hakiki sememangnya adalah cintakan Allah s.w.t. Dan kita sukar memperolehi cinta manusia jika cinta kita kepada Allah s.w.t. tidak sebenar-benarnya. Namun dalam kita berusaha mendapatkan cinta hakiki kepada Allah Rabbul Jalil kita juga perlu berusaha untuk menjadikan diri kita dicintai bukan sahaja oleh Sang Pencipta bahkan oleh manusia di sekeliling kita. Inilah tujuan kenapa saya membicarakan soal cinta ini kerana dalam kita berjuang untuk menegakkan agama Islam dan mengembalikan ajaran Islam dalam masyarakat hari ini memerlukan kita agar dicintai, dihargai, dan dihormati oleh mereka melalui karismatik kita sebagai seorang dai’e, pemimpin, dan sahabat.

Setiap manusia inginkan hidup yang tenteram, berjaya bahkan ingin menjadi pemimpin atau seseorang yang mana perkataanya ingin didengar, diperhatikan, sekaligus dituruti sesuai dengan kehendak hatinya. Namun, banyak masalah yang kita alami apabila berinteraksi atau berhubung dengan orang lain. Ada yang bersungguh-sungguh bekerja, tetapi pekerjaannya masih tetap tidak dihargai. Ada juga yang berusaha bergaul, tapi masih belum mendapat tempat di hati orang lain. Ada yang sudah memiliki ilmu yang tinggi, tetapi perkataan dan nasihatnya susah diterima dan diikuti. Lebih menyedihkan lagi, seseorang itu sudah berhempas pulas berusaha agar dirinya disukai, dicintai dan dijadikan contoh, tetapi dirinya masih dibenci dan dijadikan musuh.

Tetapi ramai juga orang yang sangat berjaya dalam bidangnya samada dia seorang professional, atau orang biasa. Contoh paling dekat yang kita boleh ambil ialah Nabi Muhammad s.a.w. Baginda adalah orang yang paling berjaya mengambil hati manusia sehingga baginda dicintai, dihormati, dikagumi, disegani dan diakui kawan mahupun lawan. Bagaimana baginda berjaya?? Kerana baginda telah menerapkan metod dan sistem yang sangat ‘brilliant’ dalam mendekati manusia yang tentunya berdasarkan bimbingan dari Allah s.w.t . Metod-metod inilah antara yang yang dikupas oleh Muhammad bin Ismail ‘Umrani dalam buku berjudul “TAARUF CINTA”.

Buku yang menggariskan 31 cara untuk mengetuk pintu hati orang lain terhadap kita ini dibahaskan secara ringkas oleh penulis dengan berpandukan ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis Rasulullah s.a.w. Ini menunjukkan bahawa segala perkara yang berkaitan kehidupan seorang manusia di dunia ini telah digariskan oleh dua sumber utama ini tetapi ramai dalam kalangan kita tidak tahu cara mengaplikasikannya dalam hidup dengan betul walaupun ayat Al-Quran dan hadis sentiasa kita baca dan hafal.(sama-sama kita muhasabah ye..). Maka buku ini sedikit sebanyak memberikan panduan kepada mereka yang ingin memiliki karisma yang mampu menarik hati orang lain terhadapnya.


PEMBERSIHAN JIWA (THAYYIBAH)

Kunci kepada segala amalan, sifat, dan akhlak seseorang adalah bermula dari hati (jiwa). Hasil yang baik lahir dari jiwa dan hati yang bersih. Begitu juga sebaliknya. Meskipun elemen ini tidak diletakkan di awal kupasan buku ini, namun ia adalah elemen pertama dan terpenting perlu dititikberatkan oleh kita untuk mencapai martabat dicintai dan disayangi.

Thayyibah bererti kelapangan dada, kebersihan jiwa dan kelembutan hati. Akhlak yang thayyibah ini berpunca dari kesucian jiwa sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah s.a.w dalam hadisnya:
“ Syaitan membuat tiga simpul di bahagian belakang kepala seorang dari kalian apabila sedang tidur, ia(syaitan) berada di atas setiap simpul tersebut dan berkata,” Engkau mempunyai malam yang panjang, maka tidurlah!”. Jika kamu bangun bangun, lantas menyebut nama Allah, terlepaslah satu simpulannya. Lalu jika kamu berwudhuk, terlepaslah satu simpulan lagi. Kemudian jika kamu melakukan solat, maka terlepaslah semua simpulan itu sehingga kamu menyambut pagi dengan penuh semangat dan jiwa yang bersih, tetapi jika tidak, kamu akan menyambutnya dengan jiwa yang kotor” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Menurut Ibnu Hajar Rahimahullah: kalimat thayyibun-nafsi(bersih jiwa) yakni menunjukkan kegembiraannya dengan adanya taufiq yang Allah berikan kepadanya dengan ketaatan, atas pahala yang dijanjikan untuknya dan kerana terlepasnya simpulan-simpulan syaitan tersebut. Secara zahir, sesungguhnya dalam solat malam terdapat rahsia yang berkaitan dengan kebersihan jiwa. (kitab Fathul Bari)

Orang yang memiliki hati yang bersih akan lebih berlapang dada dan lebih ceria pada sebahagian besar waktunya. Pernah sekali para sahabat melihat kepada Rasulullah s.a.w dan berkata salah seorang dari mereka:
“ Kami melihat diri engkau Ya Rasulullah hari ini begitu bersih jiwa.” Maka baginda berkata, “Benar, segala puji hanya bagi Allah.” Kemudian sebahagian dari mereka mencurahkan perhatian mereka kepada masalah kekayaan, maka baginda bersabda,” Kekayaan tidak menjadi masalah bagi orang yang bertakwa , kesihatan bagi orang bertakwa lebih baik dari kekayaan, dan kebersihan jiwa adalah salah satu bahagian dari nikmat Allah.” (HR Ibnu Majah)


Maka sangat tepatlah perbahasan hadis pertama (dari matan arba’in) yang membicarakan tentang niat kerana niat itu datangnya dari hati. Jika elok niat kita, maka baiklah amalan kita, begitu juga sebaliknya. Maka di sinilah bermula pembinaan karismatik kita sebagai seseorang yang akan DICINTAI, DIHARGAI, DAN DIHORMATI.

Berusahalah menjaga hati orang lain dari sesuatu yang menyakitkan..
Sebab mengembalikannya setelah kehancurannya sungguh menyulitkan..
Sesungguhnya jika hati orang lain telah lari dari kecintaan..
Laksana sebuah kaca yang hancur, tak lagi dapat disatukan..



Semoga manfaatnya dapat kita perolehi bersama sekiranya kita mengambil perbincangan ini untuk kegunaan bagi mendapatkan redha Allah s.w.t dalam kehidupan.

Jadilah insan berkarisma yang dicintai, dihargai dan dihormati dengan "TAARUF CINTA"….(“,)
HIKMAH KALIMAH BISMILLAH
BISMILLAH adalah sebutan/nama singkat dari lafaz ''BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM'' yang bermaksud ''Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..''


KELEBIHAN-KELEBIHAN BISMILLAH

1. Yang pertama ditulis Qalam adalah BISMILLAH. Maka apabila kamu menulis sesuatu, maka tulislah BISMILLAH pada awalnya kerana BISMILLAH tertulis pada setiap wahyu yang Allah turunkan kepada Jibrail.

2. 'BISMILLAH untukmu dan ummahmu, suruhlah mereka apabila memohon sesuatu dengan BISMILLAH. Aku tidak akan meninggalkannya sekejap mata pun sejak BISMILLAH diturunkan kepada Adam. ' (Hadith Qudsi)

3. Tatkala BISMILLAH diturunkan ke dunia, maka semua awan berlari ke arah barat, angin terdiam, air laut bergelora, mendengarkan seluruh binatang dan terlempar semua syaitan.

4. Demi Allah dan keagunganNya, tidaklah BISMILLAH itu dibacakan kepada orang sakit melainkan menjadi ubat untuknya dan tidaklah BISMILLAH dibacakan di atas sesuatu melainkan Allah memberi berkat ke atasnya.

5. Barangsiapa yang ingin hidup bahagia dan mati syahid, maka bacalah BISMILLAH setiap kali memulakan sesuatu perkara yang baik.

6. Jumlah huruf dalam BISMILLAH ada 19 huruf dan malaikat penjaga neraka ada 19 ( QS.AL Muddatsir: 30). Ibnu Mas ' ud berkata: '' Sesiapa yang ingin Allah selamatkan dari 19 malaikat neraka maka bacalah BISMILLAH 19 kali setiap hari.''

7. Tiap huruf BISMILLAH ada JUNNAH (penjaga/khadam) hingga tiap huruf berkata, '' Siapa yang membaca BISMILLAH maka kamilah kekuatannya dan kamilah kehebatannya. ''

8. Barangsiapa yang memuliakan tulisan BISMILLAH nescaya Allah akan mengangkat namanya di syurga yang sangat tinggi dan diampunkan segala dosa kedua orang tuanya.

9. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH maka akan bertasbihlah segala gunung kepadanya.

10. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, maka akan terpelihara dari gangguan syaitan, kecurian dan kebakaran, maut mendadak dan bala.

11. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 50 kali di hadapan orang yang zalim, hinalah dan masuk ketakutan dalam hati si zalim serta naiklah keberanian dan kehebatan kepada si pembaca.

12. Ustaz Dato Ismail Kamus pernah berpesan dalam siri ceramahnya : Jika kamu ingin dipermudahkan segala perkerjaan dan dipermudahkan dalam usaha mencari rezeki, bacalah oleh kamu akan Bismillahi Rohmani Rohim sebanyak 201 kali selepas Solat Subuh. InsyaAllah.